International Conference on New Media and Technology (ICNMT) 2011

Tanggal 17 Februari 2011 jam 07.30 wib, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan didukung oleh beberapa sponsor, akan mengadakan acara seminar internasional bertema “New Media and Technology” di Auditorium Muh Jazman UMS.

Seminar ini akan menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika (tbc), sebagai key note speaker, dan dilanjutkan dengan presentasi dari 3 pakar media baru dan teknologi (Onno W Purbo, Nukman Luftie, Untung Wiyono), yang akan membahas tema dan trend menarik serta penting bagi kita yang mengikuti perkembangan media baru, termasuk social media.

Konferensi yang kadang menjemukan tdk akan ditemukan disini, selain paparan menarik dari masing-masing narasumber, peserta akan dihibur dengan musik dari mahasiswa kelas internasional FKI, serta diajak untuk bergabung dalam workshop “Narasi Film Pendek” dan “Desain Animasi” (dipersilahkan memilih atau mengikuti keduanya).

Kami ingin setiap peserta menikmati konferensi ini, berdiskusi, mendengarkan dan berbagi pengetahuan dengan narasumber, ataupun peserta yang lain.

Rp.100.000,00, untuk Coffee break, lunch, sertifikat, dan seminar kit, serta update & upgrade pengetahuan & informasi. Cukup sayang untuk dilewatkan bukan??

So, come and join us!

Limited Seat.

Untuk informasi lebih lanjut, klik www.icnmt.com,

telp/sms. Mrs. Ellen (085753229975) atau Mr. Husni (081218822041),

email icnmt (icnmt11@gmail.com)

Daya Tarik Harta Benda Duniawi

Sepanjang kehidupan, kita punya cita-cita tertentu untuk dicapai: kekayaan, harta benda, dan kedudukan yang lebih baik, serta pasangan dan anak-anak. Inilah di antara cita-cita yang umum bagi hampir semua orang. Segala rencana dan upaya dikerahkan untuk mencapai tujuan-tujuan ini. Meskipun satu-satunya fakta yang tidak dapat disangkal adalah bahwa segala sesuatunya cenderung menua dan musnah, manusia tidak dapat melepaskan dirinya dari keterikatan terhadap benda-benda. Suatu hari sebuah mobil baru akan ketinggalan zaman; karena sebab-sebab alamiah, tanah pertanian yang subur menjadi gersang; seorang yang cantik kehilangan semua pesonanya ketika ia menua. Di atas segalanya, setiap manusia di muka bumi akan mati, meninggalkan segala sesuatu yang dimilikinya. Namun meskipun terdapat fakta-fakta yang tak terbantahkan ini, manusia menunjukkan kecintaan yang tak terhingga kepada harta benda.

Mereka yang menghabiskan hidupnya dalam kecintaan buta akan harta benda duniawi, akan menyadari bahwa mereka menghabiskan seluruh hidup mereka mengejar ilusi. Mereka akan menyadari keadaan yang menggelikan ini setelah mereka mati. Pada saat itulah akan tampak jelas bagi mereka tujuan akhir kehidupan, yakni menjadi hamba Allah yang ikhlas.

Di dalam Al Quran, Allah cukup banyak menyebutkan “keterikatan yang dalam” ini di dalam ayat-ayat berikut:

“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali ‘Imran, 3: 14)

Semua hal di dunia ini kekayaan, pasangan, anak-anak, dan perdagangan menyibukkan banyak orang di dalam hidupnya. Namun, jika mereka dapat memahami kekuasaan dan keagungan Allah, mereka akan paham bahwa semua hal yang diberikan kepada manusia ini hanyalah sarana untuk memperoleh keridhaan-Nya. Dengan cara ini, mereka juga akan memahami bahwa tujuan utama manusia adalah menjadi hamba-Nya. Sedangkan, mereka yang tidak benar-benar beriman kepada Allah memiliki pandangan yang kabur dan pemahaman yang dangkal akan keberadaan mereka karena ambisi-ambisi duniawi mereka. Mereka mengharapkan hal-hal besar dari kehidupan yang cacat ini.

Mengejutkan bahwa manusia melupakan semua tentang Hari Akhirat, tempat tinggal yang sempurna dan mulia baginya, dan merasa puas dengan dunia ini. Kalaupun seseorang tidak memiliki keimanan yang sempurna, adanya “kemungkinan” kecil tentang Hari Akhirat seharusnya membuatnya, paling tidak, bersikap lebih hati-hati.

Orang-orang yang beriman, sebaliknya sangat menyadari bahwa hal ini, sama sekali bukanlah “kemungkinan”, namun kenyataan. Karena itulah hidup mereka bertujuan untuk menghapuskan kemungkinan sekecil-kecilnya dari terjerumus ke dalam neraka; seluruh upaya mereka dimaksudkan untuk mencapai surga. Mereka sangat paham pahitnya kekecewaan di Hari Akhirat setelah kehidupan yang habis tersia-sia. Mereka juga menyadari bahwa tumpukan kekayaan, seperti rekening bank yang melimpah, mobil-mobil dan kediaman yang mewah, tidak akan diterima sebagai tebusan bagi azab yang kekal. Lebih-lebih lagi, tak seorang pun keluarga atau teman akrab seseorang akan datang untuk menyelamatkannya dari kesedihan abadi ini. Sebaliknya, setiap jiwa akan berusaha menyelamatkan dirinya sendiri. Namun walau begitu, kebanyakan orang mengira bahwa kehidupan ini tidak berlanjut ke Hari Akhirat, dan dengan serakah merengkuh dunia ini. Allah menyebutkan ini di dalam ayat berikut:

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At-Takaatsur: 1-2)

Godaan kepada harta benda duniawi, tak diragukan lagi, merupakan rahasia dari ujian. Allah menciptakan semua hal yang ia limpahkan dengan sangat indah, namun juga singkat usianya. Hal ini hanyalah untuk membuat manusia berpikir dan membandingkan hal-hal yang diberikan kepada mereka di dunia ini dengan Hari Akhir. Inilah “rahasia” yang kita bicarakan. Kehidupan di dunia memang indah; begitu penuh warna dan atraktif, mengungkapkan keagungan penciptaan oleh Allah. Tak diragukan, manusia menginginkan hidup yang baik dan menyenangkan dan, tentu saja, memohon kepada Allah untuk menjalani hidup seperti itu. Namun ini tidak pernah dapat menjadi tujuan akhir, karena tujuan seperti itu dalam hidup tidaklah lebih penting daripada meraih keridhaan Allah dan surga. Karenanya, manusia hendaknya tidak boleh pernah melupakan tujuan utamanya, sembari menikmati segala karunia ini. Allah memperingatkan manusia tentang hal ini di dalam ayat berikut:

“Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS. Al Qashas, 28: 60)

Kesukaan yang sangat akan benda-benda duniawi adalah salah satu penyebab manusia melupakan Hari Akhir. Ada hal lain yang harus diingat: manusia tidak pernah menemukan kebahagiaan sejati di dalam benda-benda duniawi yang ia rengkuh dengan serakah ataupun di dalam perbekalan yang ia upayakan mati-matian untuk miliki. Ini karena nafsu yang kuat susah dipuaskan. Tidak peduli betapa banyak yang dimilikinya, nafsu manusia tidak pernah berakhir. Ia pasti selalu mencari yang lebih banyak dan lebih baik. Karena itulah manusia tidak pernah mendapatkan ketenangan dan kepuasan di dunia ini.

Sumber : oleh Harun Yahya

Sistem Informasi

Sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.

Sistem informasi adalah satu kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.

Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.

Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user).

Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.

Character Map – Membuat Karakter Khusus

Character Map adalah sebuah tool yang terdapat pada Operating System Windows yang menampilkan kumpulan karakter khusus, seperti simbol Copyright atau Registered trademark, atau untuk menghasilkan akses huruf dan karakter lain yang tidak ada pada keyboard standar.

Tool Character Map ini mungkin tidak banyak yang mengetahuinya karena hanya merupakan sebuah tool kecil dan letaknya di Windows hampir tidak kelihatan.

Untuk menggunakannya bisa dengan cara seperti dibawah ini :

  • Click Start Menu
  • Arahkan Mouse pada All Programs
  • Pilih pada Accessories – System Tools
  • Click pada Character Map

atau bisa langsung

  • Click Start – run – ketik “charmap.exe” tanpa tanda petik

Hasil dari Character Map dapat kita gunakan untuk banyak hal, salah satunya juga bisa ketika melakukan update status di Facebook seperti screenshot dibawah ini. Namun tidak semua karakter yang dapat dibaca

WiGig 10 Kali Lipat Kecepatan WiFi

Teknologi WiFi terbukti andal mentransmisikan data melalui internet secara nirkabel. Kecepatannya pun makin tinggi. Walau saat ini baru hitungan Mbps atau megabit per second, ke depan kecepatannya bisa mencapai 10 kali lipat kecepatan saat ini atau dalam skala Gbps (gigabit per second).

WiFi Alliance yang merupakan organisasi pengembang teknologi tersebut telah bergabung dengan Wireless Gigabit Alliance (WiGig) untuk mencapai target tadi. Salah satu manfaat transmisi data kecepatan tinggi yakni bisa menggantikan kabel untuk mengirimkan format video HD dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Misalnya, dari Blu-ray player atau kamera langsung ke TV.

“Teknologi tersebut mungkin akan tersedia dua tahun lagi,” kata Kelly Davis-Felner, Direktur Marketing WiFi Alliance, seperti dilansir AP, Senin (10/5/2010). Hal tersebut didorong kebutuhan pasar di samping konten multimedia yang kini semakin kaya.

Saat ini, sejumlah konsorsium teknologi memang tengah bahu-membahu mengembangkan teknologi serupa. Sebelumnya, kelompok lain yang menamakan WirelessHD Consortium juga mengembangkan teknologi mirip WiGig. Banyak perusahaan yang tergabung dalam kedua konsorsium ini, seperti Samsung, Panasonic, dan Toshiba.